Jumat, 19 Oktober 2012

TRY TRY! keep to TRY! until you DIE!



Semangaaaaaat pagiiiiii....

Mau lagi malam atau siang atau sore, lagi panas mentereng terang benderang atau lagi mendung-mendung kelabu harus tetap semangat yaaaa, jangan memble nanti bibirnya jebleh! Hahahahaha.

Sesuai judulnya, TRY, TRY, TRY until you DIE!, aku pengen kalian yang mungkin sekarang sedang down, sedih, ditinggal pacar, ditolak proposalnya, gagal ketemu klien penting, dan hal2 yang membuat kamu jadi bete tingkat nasional jadi bisa merubah mindset kalian, bahwa HIDUP haruslah seperti itu.

Serangkaian kejadian buruk yang menimpa kita inilah yang akan membentuk kepribadian kita. Aku pernah berbicara dengan seseorang, dia kakak sekaligus teman berargumen yang baik menurutku. Dia pernah menanyakan ini...

"Apa yang paling dekat dan apa yang paling jauh di hidupmu?"

Aku terdiam lama untuk menjawab itu, setelah itu aku menjawab dengan pasti. 



"Yang paling dekat di hidupku adalah kematian, sedangkan yang paling jauh bagiku adalah waktu." 

Katanya, jawabanku tidak salah, tapi dia ingin tahu kenapa aku bisa menjawab begitu. Aku menghela nafas panjang, panjang dan sangat panjang sekali sampai aku siap mengeluarkan kata..

Satu-satunya yang pasti di dunia ini hanyalah kematian. Aku tidak tahu kapan hari itu tiba. Aku tidak tahu kapan Allah menginginkanku kembali. Beberapa tahun lalu, aku pernah berjuang melawan maut, aku pernah pesimis masih berada disini, berjuang mendapatkan apa itu yang disebut mimpi, belajar untuk mengerti apa itu sebuah kehidupan. Aku masih diberikan kesempatan. Aku pun masih ingat bagaimana waktu Mama dan Papaku memelukku di ruangan berbau obat-obatan, di sampingku ada satu buah tabung oksigen yang besar untuk membantu kinerja paru-paruku. Aku juga masih ingat bagaimana Papa menyuapiku semangkuk sup berisi daging kura-kura yang sangat amat menjijikan itu, tapi lagi-lagi aku harus mengijinkan mereka masuk ke dalam tubuhku. Terasa seperti hitungan detik saja, aku bisa hilang dari muka bumi. Siapapun, bahkan aku juga takut kalau KEMATIAN datang menjemput orang-orang yang aku sayangi sebelum sempat aku membahagiakannya. Maka dari itu, aku menjawab kalau KEMATIAN sangat dekat menurutku..



Lalu, kenapa aku menjawab kalau yang paling jauh dariku saat ini adalah waktu, karena WAKTU tidak akan pernah kembali. Dia tidak akan berkenan untuk mengulang semuanya dari awal. Semuanya. Selalu ada sesal di masa lalu, selalu ada kekecewaan yang berlalu. Tapi aku tidak pernah bisa ada di WAKTU tersebut untuk membuatnya kembali ke normal. Aku gak bisa mengembalikan ruh adikku yang ditarik kembali oleh Allah ke dalam rahim Mamaku. Aku gak bisa untuk sebentar saja memeluk nenek karena aku ingin sekali dibuatkan sayur lodeh kesukaanku. Sejak nenek dipanggil-Nya beberapa tahun lalu, aku jadi benci sekali sama sayur lodeh. Ya, aku gak bisa mengembalikan WAKTU itu. Maka dari itu, WAKTU sangat jauh..

Dari dua pertanyaan singkat di atas, yang bisa kulakukan untuk menengahinya adalah TRY! TRY! and keep to TRY until you DIE!




Karena dengan mencoba, resikoku untuk kecewa sangat minim.
Karena dengan mencoba, resikoku untuk menyesal juga sangat minim.

Karena waktu tidak mau menunggu, dan kematian pasti datang.
Sebelum waktuku habis, aku tidak ingin mereka yang kusayangi ikut menangis.
Aku masih muda, masih punya banyak kekuatan untuk melakukan yang terbaik.

Semoga postinganku kali ini dapat membuatmu sadar bahwa hidup itu adalah tentang terus terus terus belajar. Jangan pernah berhenti mencari ilmu, karena nanti hidupmu jadi semu.

GO DIAMOND!!
NLC? WE HAVE NO LIMIT!

Salam,
- Rifianda's

Tidak ada komentar:

Posting Komentar